5 Teknologi Militer Masa Depan Amerika Serikat Ini Bikin Geleng-Geleng

Amerika merupakan gudangnya teknologi super canggih. Negara Paman Sam memiliki Google, Apple, hingga Microsoft yang jadi raksasa industri teknologi ketika ini. Di sisi lain, Amerika juga memiliki industri teknologi yang ditakuti banyak negara, merupakan teknologi militer.

 

Tak hanya paling depan dalam pengembangan nuklir, negara ini juga sungguh-sungguh aktif memaksimalkan teknologi persenjataan yang mematikan dan paling depan dalam teknologi. Mulai dari pesawat, laser, dan senjata, dan robot tak luput dari pengembangan pemerintah Amerika.

 

Hasilnya, Amerika dari hari ke hari terus membongkar kehadiran teknologi militer baru yang membikin negara mana saja keder. Misalnya merupakan 5 teknologi militer ini.

 

Meriam laser

Sejak akhir tahun lalu, Marinir Amerika mulai mengerjakan uji coba meriam laser di atas kapal USS Ponce yang kini berada di kawasan teluk Arab. Oleh marinir atau US Navy, meriam laser bernama LaWS (Laser Weapon System) akan diaplikasikan untuk menjatuhkan obyek-obyek berbahaya dengan kecepatan tinggi, umpamanya drone.

 

Soal tenaganya pun tak usah dipertanyakan lagi, meriam laser LaWS hal yang demikian dibekali dengan laser berkekuatan 30.000 Watt. Bandingkan, sekitar 100 Watt laser saja telah bisa diaplikasikan untuk senjata pemotong. Besar kemungkinan LaWS bisa memotong sebuah pesawat terbang.

 

Ternyata, 30.000 Watt bukanlah daya optimal dari LaWS. Dalam pengembangan-pengembangan selanjutnya, US Navy berharap bisa membikin meriam laser dengan daya 100.000 Watt, pun 150.000 Watt!

 

Uniknya, untuk sebuah senjata mematikan seperti itu, alat pengendalinya justru nampak seperti joystick dari konsol video game Xbox yang telah dimodifikasi.

 

Pesawat makhluk jadi-jadian pertama di abad-21

B-2 Spirit Stealth Bomber atau pesawat tempur makhluk jadi-jadian B-2 Spirit merupakan pesawat makhluk jadi-jadian tercanggih Amerika ketika ini. Sayangnya, pesawat yang hanya ada 21 di dunia ini di buat puluhan tahun silam di abad ke-20.

 

Nah, untuk memperbaruhi lini pesawat silumannya itu, Â Angkatan Udara Amerika (AirForce) telah meneken kontrak baru dengan Northrop Grumman untuk mewujudkan penerus B-2 Spirit, merupakan B-21 Stealth Bomber di awal tahun 2016 ini.

 

Sekiranya telah selesai di tahun 2020 nanti, B-21 akan menjadi pesawat pengebom makhluk jadi-jadian pertama buatan abad-21 yang disebut membawa kecanggihan teknologi terkini.

 

Pesawat makhluk jadi-jadian ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari B-2 Spirit, tetapi metode persenjataannya lebih angker. B-21 didesain untuk menembus metode pertahanan udara terbaik yang pernah ada dan kapabel terbang hingga jarak ribuan kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar.

 

B-21 kapabel membawa persenjataan nuklir atau sekadar menembak target yang jauhnya mencapai ratusan kilometer. Dengan mode ‘makhluk jadi-jadian’ terkini, B-21 diklaim hampir mustahil untuk terdeteksi metode radar musuh. Pun, ada sumber yang mengatakan sekiranya B-21 bisa dijadikan pesawat tanpa awak di masa depan!

 

Blitzer

Senjata berjenis ‘railgun’ ini diklaim sukses membukukan kecepatan peluru hingga Mach 6 selama proses uji coba. Perlu dikenal, Mach 1 diaplikasikan untuk mewakili kecepatan suara, jadi peluru Blitzer ini 6 kali lebih cepat dari suara! Tepatnya, peluru Blitzer bisa melaju hingga 2 kilometer hanya dalam 1 detik.

 

Railgun sendiri disebut sebagai senjata masa depan. Karena, railgun memanfaatkan daya laser dan gerakan elektromagnetik untuk melontarkan peluru daripada bubuk peledak seperti yang selama ini diaplikasikan.

 

Menurut GA-EMS, perusahaan pengembang Blitzer, dengan kecepatan super tingginya ini, peluru Blitzer memiliki kesanggupan penghancur target yang optimal. Rencananya, senjata ini akan terus dioptimalkan sekalian mencari kapal ‘destroyer’ Angkatan Laut Amerika yang bisa dipasangi metode persenjataan Blitzer.

 

Pesawat jet militer tercepat dalam sejarah

Masih ingatkah Anda dengan pesawat supersonik Concorde yang beberapa tahun lalu pensiun? Perlu dikenal, Concorde kapabel terbang di melebihi kecepatan suara alias pesawat supersonik.

 

Nah, pesawat SR-72 yang sedang dioptimalkan Lockheed Martin ini memiliki kecepatan 3 kali lipat dari Concorde!

 

Detilnya, pesawat jet SR-72 diklaim akan kapabel terbang hingga kecepatan Mach 6 atau sepadan dengan 2 kilometer per detiknya. Rahasia dari 6 kali kecepatan suara itu terletak pada mesin jet khusus bernama ‘scramjet’.

 

Mesin ini berprofesi dengan membakar bahan bakar di dalam aliran udara terkompresi yang dijadikan oleh kecepatan pesawat itu sendiri. Di mesin jet umum, aliran udara dikompresi oleh baling-baling.

 

Scramjet memang jadi cita-cita ilmuan karena selain kapabel mewujudkan kecepatan tinggi, mesin jet revolusioner ini juga membikin ongkos pembuatan pesawat turun drastis. Sayang, pengembangan awal scramjet sungguh-sungguh sulit dan memerlukan dana besar.

 

Sebelumnya, banyak pihak mengira militer Amerika telah memaksimalkan mesin jet ini dengan kode nama Aurora. Dugaan ini diperkuat oleh terdengarnya banyak suara keras khas mesin jet di beberapa kawasan Amerika. Sayangnya tak ada bukti jelas apakah suara keras ‘sonic-boom’ itu berasal dari uji coba pesawat SR-72 Lockheed Martin.

 

Bom atom B61-12

Selama 30 tahun ke depan, Amerika akan memaksimalkan bom atom B61 Figur 12 dan empat bom modern lain yang biayanya dikatakan mencapai USD 1 triliun (sekitar Rp 13,8 ribu triliun)! Bom B61-12 sendiri disebut sebagai salah satu dari lima bom atom modern yang bakal dioptimalkan Amerika.

 

Bom B61-12 dijadikan dari kombinasi empat versi dari bom B61 yang telah ada sebelumnya. Bom ini memiliki format seperti roket yang dilengkapi dengan teknologi radar dan bisa dikemudikan dengan empat ‘sirip’ canggih.

 

Berkat sentuhan teknologi militer modern, bom B61-12 yang bisa mengerjakan manuver di udara ini memiliki tingkat akurasi tinggi hingga 5 meter. Daya ledakan pun bisa disesuaikan sesuai dengan target dan tingkat kerusakan yang diharapkan. Rencananya, bom atom B61-12 akan dioptimalkan bersama oleh Lockheed Martin, Raytheon, dan Boeing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *