7 Robot Yang Menyerupai Manusia Ini Sangat Mengagumkan

Robot yang menyerupai manusia pada perkembangan zaman saat ini telah kian tak terbatas. Perkembangan terjadi pada semua aspek. Salah satunya aspek teknologi yang kian canggih. Pun bisa dibilang kelewat canggih.

 

Kita lihat saja contohnya perkembangan dalam teknologi  robot. Dikala ini robot yang dibuat demikian itu  canggih serta memiliki kemampuan seperti manusia atau makhluk hidup lain. Mereka bisa mendengar, memperhatikan, mengatur, berjalan dan lainnya.

 

Mirip transformer atau terminator, hal itu mungkin saja bisa membikin kekhawatiran jangan-jangan suatu saat mereka akan menginvasi kehidupan.

 

Apa saja robot yang mirip mahluk hidup sebetulnya? Yuk kita simak rangkuman dari www Sbobet88 berikut.

 

 

  1. Asuna

7 Robot Yang Menyerupai Manusia Ini Sangat Mengagumkan

Jepang memang yaitu negara yang canggih dalam berinovasi di bidang teknologi, terpenting dalam penciptaan sebuah robot. Seorang ahli robot dari Universitas Osaka Jeoang membikin sebuah robot canggih yang sempat dia pamerkan di Tokyo Desainer Week.

 

Walaupun belum dilengkapi AI,  robot ini bakal dilengkapi kecerdasan buatan lima hingga 10 tahun ke depan. Asuna memiliki tekstur kulit yang menyerupai manusia. Pun dia dibuat bisa menirukan mimik-mimik manusia. Benar-benar pantas aslinya. Matanya bisa berkedip dan pergerakan mulutnya menonjol alami.

 

Semua ini bisa terwujud karena komposisi kulit dari bahan silikon dan penagihan atau animatronic yang membekalinya. Emang supercanggih ya.

 

  1. Han

 

Robot yang menyerupai manusia ini didesain oleh Hansen Robotic. Robot yang memiliki wajah mirip manusia ini dilengkapi dengan komponen yang bernama frubber. Gabungan dari kata flesh dan rubber.  Han pertama  disajikan di Global Sources Mobile Elektronik Show Asia World Expo.

 

Uniknya robot laki-laki ini bisa berinteraksi dengan manusia. Robot ini bisa mengidentifikasikan ekspresi menggerakkan bola mata, pun melaksanakan percakapan simpel dengan manusia. Wah serem juga ya jika ada robot yang demikian itu.

 

  1. Erica

 

Sesudah mewujudkan Asuna, ternyata peneliti dari Universitas Osaka juga kembali mewujudkan robot baru bernama Erica yang memiliki kemampuan berbeda dengan robot yang menyerupai manusia sebelumnya. Selain didesain dengan menawan,  Erica juga didesain memiliki kemampuan bicara dengan bahasa tubuh sedangkan menonjol kaku.

 

Erica mirip sekali dengan manusia. Ia bisa berkedip, memiringkan kepala, punya mimik wajah yang mencerminkan emosi, gerakan bibir atau melaksanakan bahasa tubuh saat bicara. Sehingga kayaknya si robot menawan nan seksi hal yang demikian bisa menjadi sahabat para jomblo.

 

  1. Gemenoid DK

7 Robot Yang Menyerupai Manusia Ini Sangat Mengagumkan

Robot ini bisa dibilang lebih dari sekedar tiruan seorang manusia, pun diklaim benar-benar mirip manusia tiruan. Sama seperti Erika, robot inijuga yaitu kerja sama antara salah jurusan teknologi Jepang dan Universitas Osaka.

 

Gemenoid DK yaitu tiruan seorang profesor asal Denmark, yaitu Profesor Handriks. Jikalau memperhatikan robotnya, tak cuma penampilan fisiknya saja yang sama tapi juga tradisinya pun kapabel ditirukan oleh robot ini dengan sempurna.

 

  1. Jia Jia

7 Robot Yang Menyerupai Manusia Ini Sangat Mengagumkan

Tak cuma Jepang yang canggih dengan teknologi robotnya. Tiongkok juga punya robot yang menyerupai manusia menawan yang bernama Jia Jia. Robot yang juga disebut dewi robot ini demikian itu memesona dan terampil untuk berbincang-bincang. Pun dia bisa melontarkan pujian terhadap seseorang persis seperti manusia.

 

Saking miripnya, banyak yang mengira robot ini yaitu manusia orisinil karena dia menonjol seperti mengambil napas.

 

Robot yang menyerupai manusia, humanoid ini dibuat oleh tim insinyur robotika dari University of Science and Technology China. Robot yang dibuat pada 2016 ini, diklaim bisa mengambil alih pekerjaan manusia seperti berprofesi di kafe, hotel atau pekerja rumah tangga di masa depan. Tidak hanya itu robot canggi ini di prediksikan bisa bermain judi idn poker layaknya seperti manusia pada umumnya.

 

Robot ini memiliki kemampuan mengenali wajah dan mempelajari sesuatu lainnya layaknya manusia. Walaupun belum bisa berjalan sendiri, robot ini memiliki kemampuan bicara yang mengesankan yang membedakan dengan robot lainnya.

 

  1. Sophia

 

Sophia yaitu ciptaan David Hansen, pendiri produsen robot yang berbasis di Hongkong, Hansen Robotic. Sophia dibuat Hansen mirip dengan seleb legendaris dunia. Sophia dibuat benar-benar mirip dengan manusia. Melainkan yang agak membikin ngeri, Sophia pernah mengatakan akan memberi rekomendasi manusia.

 

Hansen membikin banyak robot humanoid karena berkeinginan manusia berdampingan dengan robot.

 

  1. Robot Mamalia

 

Boston Dynamic dikenal dikenal sebagai pembuat robot bipedal dan Quadropedal, yang bisa berjalan seperti mahluk hidup. Perusahaan yang diakuisisi Google ini sempat mengguncang dunia dengan robotnya yang bernama Big Dog pada 2005. Pasalnya, robot buatan Boston Dynamic kuat tahan banting dan kapabel membawa bobot berat.

 

Selain Big Dog, Boston Dynamic juga  mewujudkan robot-robot lainnya yang tak kalah kemampuannya dibandingkan Big Dog.  Pun robot yang mereka kembangkan hal yang demikian juga memiliki kemampuan gerakan yang mustahil dimiliki sebuah robot-robot.

 

Melainkan kreasi mereka ini buktinya juga tak selalu mendapatkan  sambutan positif. Masih ada saja mereka yang  kontra dengan kemampuan robot yang terus dimaksimalkan hal yang demikian. Mereka kuatir jika kemampuan robot terlalu tinggi, justru bisa menjadi bumerang nantinya. Robot-robot ini terkadang menjadi sebuah hadiah dari situs judi poker bagi yang dapat memenangkan event poker online berhadiah robot ini.

 

5 Teknologi Militer Masa Depan Amerika Serikat Ini Bikin Geleng-Geleng

Amerika merupakan gudangnya teknologi super canggih. Negara Paman Sam memiliki Google, Apple, hingga Microsoft yang jadi raksasa industri teknologi ketika ini. Di sisi lain, Amerika juga memiliki industri teknologi yang ditakuti banyak negara, merupakan teknologi militer.

 

Tak hanya paling depan dalam pengembangan nuklir, negara ini juga sungguh-sungguh aktif memaksimalkan teknologi persenjataan yang mematikan dan paling depan dalam teknologi. Mulai dari pesawat, laser, dan senjata, dan robot tak luput dari pengembangan situs sbobet mobile login yang sudah besar terdapat di amerika dengan pemasukan yang begitu besar menjadikan amerika memiliki modal untuk membangun pertahanan pemerintah Amerika yang sangat kuat.

 

Hasilnya, Amerika dari hari ke hari terus membongkar kehadiran teknologi militer baru yang membikin negara mana saja keder. Misalnya merupakan 5 teknologi militer ini.

 

Meriam laser

Sejak akhir tahun lalu, Marinir Amerika mulai mengerjakan uji coba meriam laser di atas kapal USS Ponce yang kini berada di kawasan teluk Arab. Oleh marinir atau US Navy, meriam laser bernama LaWS (Laser Weapon System) akan diaplikasikan untuk menjatuhkan obyek-obyek berbahaya dengan kecepatan tinggi, umpamanya drone.

 

Soal tenaganya pun tak usah dipertanyakan lagi, meriam laser LaWS hal yang demikian dibekali dengan laser berkekuatan 30.000 Watt. Bandingkan, sekitar 100 Watt laser saja telah bisa diaplikasikan untuk senjata pemotong. Besar kemungkinan LaWS bisa memotong sebuah pesawat terbang.

 

Ternyata, 30.000 Watt bukanlah daya optimal dari LaWS. Dalam pengembangan-pengembangan selanjutnya, US Navy berharap bisa membikin meriam laser dengan daya 100.000 Watt, pun 150.000 Watt!

 

Uniknya, untuk sebuah senjata mematikan seperti itu, alat pengendalinya justru nampak seperti joystick dari konsol video game Xbox yang telah dimodifikasi. Pembuat senjata ini memang masih seorang petaruh dari game Agen Ceme online yang sangat digemarinya. Menggunakan inovasinya sambil bermain ceme online, maka semangkin bertambah juga cara membuat senjatanya.

 

Pesawat makhluk jadi-jadian pertama di abad-21

B-2 Spirit Stealth Bomber atau pesawat tempur makhluk jadi-jadian B-2 Spirit merupakan pesawat makhluk jadi-jadian tercanggih Amerika ketika ini. Sayangnya, pesawat yang hanya ada 21 di dunia ini di buat puluhan tahun silam di abad ke-20.

 

Nah, untuk memperbaruhi lini pesawat silumannya itu, Â Angkatan Udara Amerika (AirForce) telah meneken kontrak baru dengan Northrop Grumman untuk mewujudkan penerus B-2 Spirit, merupakan B-21 Stealth Bomber di awal tahun 2016 ini.

 

Sekiranya telah selesai di tahun 2020 nanti, B-21 akan menjadi pesawat pengebom makhluk jadi-jadian pertama buatan abad-21 yang disebut membawa kecanggihan teknologi terkini.

 

Pesawat makhluk jadi-jadian ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari B-2 Spirit, tetapi metode persenjataannya lebih angker. B-21 didesain untuk menembus metode pertahanan udara terbaik yang pernah ada dan kapabel terbang hingga jarak ribuan kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar.

 

B-21 kapabel membawa persenjataan nuklir atau sekadar menembak target yang jauhnya mencapai ratusan kilometer. Dengan mode ‘makhluk jadi-jadian’ terkini, B-21 diklaim hampir mustahil untuk terdeteksi metode radar musuh. Pun, ada sumber yang mengatakan sekiranya B-21 bisa dijadikan pesawat tanpa awak di masa depan!

 

Blitzer

Senjata berjenis ‘railgun’ ini diklaim sukses membukukan kecepatan peluru hingga Mach 6 selama proses uji coba. Perlu dikenal, Mach 1 diaplikasikan untuk mewakili kecepatan suara, jadi peluru Blitzer ini 6 kali lebih cepat dari suara! Tepatnya, peluru Blitzer bisa melaju hingga 2 kilometer hanya dalam 1 detik.

 

Railgun sendiri disebut sebagai senjata masa depan. Karena, railgun memanfaatkan daya laser dan gerakan elektromagnetik untuk melontarkan peluru daripada bubuk peledak seperti yang selama ini diaplikasikan.

 

Menurut GA-EMS, perusahaan pengembang Blitzer, dengan kecepatan super tingginya ini, peluru Blitzer memiliki kesanggupan penghancur target yang optimal. Rencananya, senjata ini akan terus dioptimalkan sekalian mencari kapal ‘destroyer’ Angkatan Laut Amerika yang bisa dipasangi metode persenjataan Blitzer.

 

Pesawat jet militer tercepat dalam sejarah

Masih ingatkah Anda dengan pesawat supersonik Concorde yang beberapa tahun lalu pensiun? Perlu dikenal, Concorde kapabel terbang di melebihi kecepatan suara alias pesawat supersonik.

 

Nah, pesawat SR-72 yang sedang dioptimalkan Lockheed Martin ini memiliki kecepatan 3 kali lipat dari Concorde!

 

Detilnya, pesawat jet SR-72 diklaim akan kapabel terbang hingga kecepatan Mach 6 atau sepadan dengan 2 kilometer per detiknya. Rahasia dari 6 kali kecepatan suara itu terletak pada mesin jet khusus bernama ‘scramjet’.

 

Mesin ini berprofesi dengan membakar bahan bakar di dalam aliran udara terkompresi yang dijadikan oleh kecepatan pesawat itu sendiri. Di mesin jet umum, aliran udara dikompresi oleh baling-baling.

 

Scramjet memang jadi cita-cita ilmuan karena selain kapabel mewujudkan kecepatan tinggi, mesin jet revolusioner ini juga membikin ongkos pembuatan pesawat turun drastis. Sayang, pengembangan awal scramjet sungguh-sungguh sulit dan memerlukan dana besar.

 

Sebelumnya, banyak pihak mengira militer Amerika telah memaksimalkan mesin jet ini dengan kode nama Aurora. Dugaan ini diperkuat oleh terdengarnya banyak suara keras khas mesin jet di beberapa kawasan Amerika. Sayangnya tak ada bukti jelas apakah suara keras ‘sonic-boom’ itu berasal dari uji coba pesawat SR-72 Lockheed Martin.

 

Bom atom B61-12

Selama 30 tahun ke depan, Amerika akan memaksimalkan bom atom B61 Figur 12 dan empat bom modern lain yang biayanya dikatakan mencapai USD 1 triliun (sekitar Rp 13,8 ribu triliun)! Bom B61-12 sendiri disebut sebagai salah satu dari lima bom atom modern yang bakal dioptimalkan Amerika. Mahalnya biaya yang dikeluarkan ini tentu saja sangat mengerikan sekali, tapi ada sebagian memang didonaturkan oleh Agen Poker Terpercaya ini. Dengan suport dana dari para agen poker inilah yang membuat proyek ini menjadi lancar.

 

Bom B61-12 dijadikan dari kombinasi empat versi dari bom B61 yang telah ada sebelumnya. Bom ini memiliki format seperti roket yang dilengkapi dengan teknologi radar dan bisa dikemudikan dengan empat ‘sirip’ canggih.

 

Berkat sentuhan teknologi militer modern, bom B61-12 yang bisa mengerjakan manuver di udara ini memiliki tingkat akurasi tinggi hingga 5 meter. Daya ledakan pun bisa disesuaikan sesuai dengan target dan tingkat kerusakan yang diharapkan. Rencananya, bom atom B61-12 akan dioptimalkan bersama oleh Lockheed Martin, Raytheon, dan Boeing.

 

Teknologi Drone Swarm, Drone Dengan Body Kecil Namun Berbahaya

Teknologi drone swarm, Robot otomatis yang bisa terbang ini ukurannya kecil, murah, dan gampang dibuang. Dan dalam kategori yang besar, mereka bisa menyelamatkan hidup Anda, atau malahan bisa menjadi senjata paling mematikan sesudah senapan mesin.

 

Apa yang Anda bayangkan perihal drone, atau pesawat tanpa awak? Pesawat mainan soliter berbaling-baling yang dikendalikan remote control? Atau pesawat tanpa awak ala militer?

 

Tak lama lagi, gambaran itu akan langsung berubah, drone menjadi kian kecil, lebih murah diciptakan, bisa melayang ke mana malahan sesukanya, mengintai seseorang yang bermain Bandar qq dan bisa berkumpul dalam kategori – ratusan malahan ribuan – untuk terbang seperti kawanan burung.

 

Mereka bernama swarm (atau kawanan) – kumpulkan dengan jumlah yang cukup, karenanya mereka bisa melampaui kesanggupan manusia dalam beraneka sisi. Mereka bisa menyelamatkan hidup Anda atau malahan menjadi kekuatan kolaboratif yang mematikan dalam peperangan.

 

Kenapa swarm penting?

 

Pertama-tama, di medan perang, mereka bisa menumbangkan senjata dan teknologi yang dipakai militer dalam beberapa dekade terakhir. Coba pikirkan: di kota yang sungguh-sungguh padat, tim quadrotor kecil bisa terbang ke mana saja untuk mengambil informasi intelijen.

 

Tank batalion bisa dikendalikan oleh serangan drone mini yang terbang dari beraneka sisi pada saat yang beriringan. Di laut, ribuan drone kecil bisa menyerang kapal perang, banyak yang mungkin bisa ditembak jatuh, melainkan yang lain bisa lolos, merusak radar, dan membuat kapal tak berdaya.

 

Plus, tak ada pemimpin atau komandan dalam kawanan drone ini; mereka merupakan metode yang bisa mengorganisir diri mereka sendiri di mana satu dan lainnya punya posisi yang sama. Sistem ini memungkinkan mereka menyisir zona secara efisien, atau terbang bersama tanpa bertabrakan. Dan hanya satu operator yang dibutuhkan untuk mengatur segala swarm ini.

 

Kawanan drone juga tangguh. Satu misil bisa menjatuhkan pesawat, melainkan sekelompok swarm bisa kehilangan belasan anggota melainkan tetap bisa melanjutkan misi. Pertahanan udara dengan pasokan misil yang terbatas bisa kewalahan dengan banyaknya lawan.

 

Namun tak hanya itu, drone mini ini juga bakal dipakai dalam keadaan lain, dari konser musik rock sampai wilayah pertanian.

 

Jadi, apakah kita akan langsung memperhatikan swarm dalam kehidupan sehari-hari?

 

Ya, dan malahan mungkin kita sudah melihatnya.

 

Permulaan tahun ini, 300 drone mini dibentuk menjadi bendera Amerika yang berkelip di malam hari – dalam pertunjukan paruh waktu Super Bowl yang menonjolkan Lady Gaga.

 

Dan Intel sedang mempromosikan swarm mereka bernama Shooting Star sebagai pilihan kembang api. Perusahaan Cina eHang mengklaim rekor swarm terbesar di perayaan tahun baru – dengan 1.000 drone yang menyusun peta Cina dan tulisan ‘memberi manfaat.’

 

Swarm juga bisa mengecek pipa, cerobong asap, sambungan listrik dan pabrik indusri dengan murah dan gampang.

Teknologi Drone Swarm, Drone Dengan Body Kecil Namun Berbahaya

Swarm juga bisa ditempatkan di perkebunan atau peternakan. Mereka bisa menemukan penyakit pada tanaman dan menolong mengatur pemakaian air, atau menyemprot pestisida dan herbisida hanya di spot tertentu yang memerlukan. Seluruh berprofesi secara kooperatif untuk mengisi zona dan mengisi kekosongan.

 

Nikolaos Papanikolopoulos dari Centre for Distributed Robotics di University of Minnesota sedang menjalankan drone bertenaga surya yang bisa berprofesi sama untuk mensurvei petak lahan pertanian dengan biaya murah.

 

“Peran mereka bisa meliputi deteksi dini defisiensi nitrogen, penyakit tanaman, dan pengelolaan sumber kekuatan air yang pas,” kata Papanikolopoulos.

 

Apa lagi?

 

Walau teknologi drone swarm sudah dipakai dalam operasi penyelamatan selama bertahun-tahun, pemakaian kawanan drone yang lebih kecil bisa menyelamatkan lebih banyak jiwa,

 

Laboratorium Kendaraan Mikro Udara di Universitas Delft, Belanda, sedang mengoptimalkan swarm bernama ‘pocket drone’, yang masing-masing berukuran kecil sampai cukup dalam genggaman Anda. Mereka bisa terbang dalam ruangan, dalam gedung yang sungguh-sungguh rusak sehingga tak mungkin tim penyelamat masuk. Mereka bisa menyebar untuk mencari korban selamat sesudah gempa bumi atau bencana lain.

Swarm, Drone Era Baru Yang Memiliki Body Kecil Namun Berbahaya

Para peneliti di Loughborough University sudah membangun metode untuk menolong tim SAR di gunung dengan penggunakan sekelompok drone kecil yang berjumlah sampai 10. Teknologi drone swarm ini dilengkapi dengan kamera termal yang bisa dengan gampang menemukan pendaki yang sirna. Dan dengan berkomunikasi satu sama lain, mereka dengan pas bisa menyisir penuh zona tersebut.

 

Militer negara mana yang mengoptimalkan swarm – dan mengapa?

 

Lebih dari satu negara adidaya yang mengincar teknologi swarm.

AS semisal, baru-baru ini meluncurkan 103 drone ‘Perdix’ kecil dari pesawat jet F/A-18. Beratnya hanya beberapa ratus gram dan diluncurkan dari lubang peluncur yang umum dipakai untuk melepas suar. Perdix yang diproduksi dengan printer 3D ini merupakan teknologi dari perusahaan POKERCLICK88 yang dialamatkan untuk menekan pertahanan udara pihak lawan dengan berperan sebagai umpan atau pengecoh atau dengan mencari posisi radar sehingga itu bisa dihancurkan.

 

Angkatan laut AS juga ingin mengoptimalkan swarm dengan biaya yang lebih murah dibandingi misil. Mereka mengoptimalkan piranti lunak yang memungkinkan swarm membagi dua dalam misi yang khusus, atau drone baru bisa bergabung dengan kawanan swarm dengan mulus. Selain itu, drone ini juga bisa merekam video masyarakat yang sedang bermain Daftar JOKER123 Gaming dengan kualitas yang bagus dan stabil.

 

Pemain lainnya merupakan Cina, yang unggul dalam teknologi drone swarm konsumer berukuran kecil. Perusahaan Cina DJI saja sudah meraup 70% pasar global dan sekarang militer Cina memperhatikan potensi teknologi baru ini.

 

Pada pameran kedirgantaraan bulan Desember, perusahaan milik negara China Electronics Technology Group Corporation (CETC) memamerkan sebuah video yang menonjolkan 70 drone terbang beriringan. Drone hal yang demikian terbang dalam formasi dan berkolaborasi dalam misi kecerdasan-kategori. Mereka terbang dalam sebuah serangan secara beriringan dari sisi yang berbeda – terlalu banyak untuk dihentikan oleh sang sasaran.

 

Mungkin rencana yang paling ambisius merupakan proyek angkatan laut AS serangkaian drone yang bisa dipakai di darat, laut, dan udara. Mereka mungkin menjadi yang pertama dikirim ke pesisir sebelum manusia, untuk menyisir, mencari posisi musuh, dan mungkin menyerangnya. Swarm juga bisa memberi pertahanan melawan swarm lawan. Untuk mengeksplorasi proyek ini, korps membuat permainan perang swarm versus swarm. (Telah ada drone yang didesain untuk menangkap drone.)

 

Drone mini ini bisa menjadi mata-mata, pengintai, atau pengumpulan imformasi intel juga. Defense Advanced Research Projects Agency (Darpa), badan sains paling depan milik Pentagon memiliki visi untuk membekali para prajurit dengan swarm milik mereka sendiri untuk pengintaian secara khusus di wilayah perkotaan dan dalam bangunan.

 

“Dua ratus lima puluh harus menguasai enam blok di kota,” kata Stephen Crampton dari Swarm Systems. Swarm ini bisa berpotensi “mengatur diri mereka sendiri dalam sub-swarms untuk mengirim informasi yang berkhasiat, semisal memberi tahu perihal ancaman di posisi kita.”

 

Jadi, bagaimana masa depan swarm?

 

Teknologi swarm masih dalam tahap permulaan, melainkan berkembang cepat.

Teorinya, swarm bisa menumbangkan senjata apa saja yang ada sekarang dan bisa menjadi senjata presisi yang menyebabkan kehancuran skala besar. Imbasnya bisa menyaingi perkembangan senapan mesin: siapa malahan tanpa swarm akan mengalami kekalahan telak di medan perang. Peperangan mungkin hanya sebatas perihal siapa yang memiliki drone swarms paling besar dan paling baik.

 

Namun medan perang bukan tempat satu-satunya di mana kita bisa menemukan swarm. Malah nantinya mereka bisa juga hidup berdampingan dengan kita.

 

Dalam bentang panjang, jikalau para peneliti di Wyss Institute di Harvard benar, karenanya kawanan drone kecil bisa menjadi komponen dari lingkungan kita tak ubahnya serangga. Proyek RoboBee sedang mengoptimalkan drone mini yang lebih kecil dibanding pencapit kertas dan bermuatan sepersepuluh gram saja. Ribuan RoboBee bisa dipakai untuk pengamatan cuaca, pengintaian – atau malahan penyerbukan tanaman selagi populasi lebah terus berkurang.

 

Pasang mata Anda untuk serbuan robot-robot kecil itu di mana saja. Lagipula, mereka toh diminati oleh segala orang, dari petani sampai Lady Gaga.

 

Ini Teknologi Drone Amerika Yang Tewaskan Jendral Iran

Dunia dihebohkan dengan penghilangan nyawa Komandan Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, dalam serangan misil yang ditembakkan melewati drone Amerika Serikat. Iran mengungkapkan melalui situs http://www.la-vina.co.uk/situs-idn-poker/ Pemerintah Iran berjanji balas dendam meskipun AS menganggap aksi itu sesuai dilaksanakan.

 

Drone yang dipakai Amerika Serikat dalam serangan tersebut ialah drone MQ-9 Reaper yang terbang nyaris sunyi tak bersuara. Di angkasa, MQ-9 Reaper meluncurkan misil Hellfire yang didampingi laser, mengarah dengan pas dan menghancurkan konvoi kendaraan beroda empat Soleimani yang pada saat itu sedang menuju Agen Ibcbet Terpercaya di sebuah pinggir kota dekat bandara penenerbangan.

 

Drone Amerika tersebut diterbangkan dari markas US Central Command yang terletak di Qatar. Dikontrol oleh dua pilot dari jarak jauh, MQ-9 Reaper dapat terbang hingga 370 kilometer per jam dan dapat menyerang di lokasi manapun serta menonjolkan tayangannya.

 

Reaper yang ongkos pembuatan satu unitnya ini USD 64 juta (Rp 893,4 miliar) dapat membawa 4 misil Hellfire dengan energi ledak cukup dahsyat, kapabel menghancurkan tank. Penerbangan drone hampir-hampir tak memunculkan bunyi sehingga target serangan tak menyadarinya.

 

Dilaporkan bahwa misil yang ditembakkan telah dimodifikasi, namanya Hellfire R9X ‘Ninja’, yang didesain untuk meminimalisir kerusakan di sekitarnya. Moncongnya terdiri dari semacam bilah bilah pisau tajam dan mematikan.

 

Serangan presisi semacam itu memerlukan pengamatan intelijen yang detil soal target serangan. Soleimani dilaporkan terus diawasi oleh intelijen AS, Israel, hingga Arab Saudi sebelum ditembak.

 

Pentagon meraup isu dari informan, pembajakan elektronik, pesawat pengintai dan teknik lainnya. Semuanya untuk memantau pergerakan Soleimani.

 

Aksi Penerbang Drone

Ini Teknologi Drone Amerika Yang Tewaskan Jendral Iran

 

Operasional drone AS antara lain di pangkalan udara Creech di Las Vegas. Di sini pilot terpilih mengendalikan drone yang beroperasi di lapangan untuk menolong kepentingan militer AS. Eks pilot yang pernah bekerja di sini, Michael Haas, menceritakan pengalamannya.

 

Ia bekerja antara tahun 2005 hingga tahun 2011, ketika AS betul-betul agresif memburu kaum militan di berbagai negara. Dari depan komputernya, ia telah membunuh target militer AS nan jauh di sana di Afghanistan.

 

Tugas utama Haas ialah mengendalikan kamera, laser dan perangkat untuk mengumpulkan isu lainnya di drone Reaper dan Predator. Ia juga bertanggung jawab untuk mendampingi misil Hellfire ke target, semacam itu misil itu ditembakkan oleh pilot lain di sampingnya.

 

Semuanya itu terasa mirip dengan permainan game, ia membunuh musuh musuh dari balik layar komputer. Hal yang bedanya adalah benar-benar ada orang yang terbunuh dan kadang mengusik nurani meskipun pemimpin mereka meyakinkan bahwa target sesuai dieliminasi sebab dianggap teroris dan berbahaya.

 

“Pernah menginjak semut? Kamu itu dikondisikan soal target, cuma gumpalan hitam di layar. Eks diciptakan berdaya upaya mereka sesuai mendapatkannya, mereka di pihak musuh,”

Selama menerbangkan drone, Haas diperintah menembakkan dua misil untuk membunuh musuh. Eks pilot lain bernama Brandon Bryant, terlibat lantas membunuh setidaknya 13 orang dalam 5 serangan misil Hellfire di Irak dan Afghanistan.

 

Program serangan drone AS memang kontroversial. Walaupun Amnesty International dan Human Rights Watch telah mengkritiknya sebab serangan semacam itu cukup sering kali memunculkan korban jiwa dari kalangan sipil. Melainkan pejabat AS mengucapkan program itu vital untuk melawan kelompok militan.

 

Kecanggihan drone dianggap betul-betul efisien untuk menghancurkan musuh musuh dan meminimalisir korban jiwa dari militer AS sebab dipegang dari jarak jauh. Dalam sebuah survei yang pernah diselenggarakan oleh institusi Pew, sebanyak 61% warga AS menunjang program drone. Jika kalian menginginkan drone ini kalian dapat mengisi form daftar poker online terpercaya sekarang juga.

Teknologi Ventilator Darurat Produksi RI Siap Bantu Pasien Corona

PT Len Industri bersama sponsor dari agen Slot Online Terpercaya di indonesia mulai memproduksi emergency ventilator memakai bagian lokal dan desain dari Badan Penelaahan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menolong penyembuhan pasien virus corona Covid-19. Tidak hanya perusahaan biasa saja yang ikut mengambil bagian dalam produksi obat ini, tapi tidak disangka agen slot online terbaik ini juga banyak yang ikut serta.

 

Manajer Rekayasa Produk Unit Bisnis Industri Sentot Rakhmad Abdi menjelaskan untuk ventilator BPPT dikala ini sudah disertifikasi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK).

 

Len, kata Sentot, dikala ini sedang memproduksi 10 unit ventilator untuk keperluan uji klinis di rumah sakit sebelum kelengkapan hal yang demikian diedarkan secara resmi ke rumah sakit seluruh Indonesia. Sesudah lolos uji klinis karenanya produksi massal kelengkapan ini akan lantas dikerjakan.

 

“Emergency ventilator desain dari BPPT ditarget BPPT diproduksi 600 unit. Sebanyak 300 unit oleh Len, 300 unit lagi oleh swasta namun pakai desain sendiri,” kata Sentot.

 

Kapasitas produksi PT Len industri per hari bisa menempuh 50 unit ventilator tergantung pada ketersediaan bagian.

 

Sentot mengungkapkan alat kesehatan buatan dalam negeri hal yang demikian memakai material 100 persen kandungan lokal, tidak ada yang impor. Adanya produksi ventilator tidak merubah line production di Len, sebab pada dasarnya produksi di Len bersifat fleksibel.

 

“Untuk dikala ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT ataupun ITB belum secara resmi ditentukan, sebab produk yang dibuat masih ada penambahan fitur dan ventilator ITB dikala ini masih ditujukan untuk  keperluan sumbangan,” ujar Sentot.

 

Selain itu, Sentot juga mengungkapkan pihaknya mengerjakan pengembangan Controlled Ventury Base CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yang menolong percepatan penyembuhan pasien Covid-19 stage dua melalui cara kerja menjaga konsistensi jenjang oksigenasi dalam hemoglobin pasien. Terdengar kabar juga bahwa situs http://www.la-vina.co.uk/situs-judi-slot-jackpot-terbesar-2021/ ikut turut membantu pendanaan untuk penyediaan spare part demi membangun ventilator tersebut.

 

“Untuk ventilator ITB, sasaran diselesaikan oleh Len sebanyak 300 unit dan kapasitas produksinya menempuh 50 unit per hari. Dikala ini sedang kejar produksi untuk keperluan sumbangan,” ujarnya.

 

Perusahaan lain yang ikut serta dalam produksi, adalah PT MRB dan PT Dirgantara Indonesia (DI). Sebanyak 300 unit dikerjakan PT DI dan PT MRB.

 

Adapun beberapa bagian ventilator dibuat sendiri oleh ITB. Dikala ini kesibukan assembly bagian hal yang demikian dikerjakan oleh SMK, Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung, dan Politeknik Negeri Bandung (Polban).

 

Terkait purna jual, Sentot mengatakan dikala ini masih tengah didiskusikan dengan para pihak terkait.

 

“Purna jual sama pintu awalnya dengan PT RII, anak perusahaan ITB selaku pemegang merk. Apakah nanti ditangani RII sendiri atau Len bisa dikendalikan lebih lanjut,” katanya.

 

Meski purna jual untuk barang yang diproduksi Len dan BPPT akan jadi tanggung jawab Len. “Kita siap untuk support sebab sudah tau detail desain BPPT,” katanya.

 

Teknologi Ventilator

Terdapat dua tipe ventilator, adalah invasif dan non-invasif. Ventilator invasif adalah alat tolong pernapasan yang mana alat ini memegang keseluruhan pernapasan pasien disebabkan pasien dalam keadaan darurat.

 

Meski ventilator non-invasif diaplikasikan untuk pasien yang masih sadar dan cakap memegang pernapasannya sendiri meskipun dalam keadaan sesak napas.

 

Untuk pasien covid-19, biasanya akan dijumpai gejala pasien sulit bernafas, sehingga dalam keadaan ini pasien hanya bisa istirahat di rumah sakit sambil bermain game ceme online untuk mengusir rasa jenuh, dan untuk perihal pernafasan bisa dibantu dengan CPAP atau ventilator non-invasif untuk menolong kerja paru-paru agar tidak terjadi disfungsi.

 

Teknologi ventilator yang dikembangkan ITB mempunyai fungsi non-invasif atau memakai CPAP, adalah untuk menolong memberikan pasokan oksigen terhadap pasien secara terus menerus pantas standar yang diperlukan. Alat ini tidak mengambil kontrol pernapasan, sehingga perannya cuma menolong kerja paru-paru.

 

Melainkan apabila keadaan pasien semakin parah dan tidak bisa memegang pernalasannya sendiri, karenanya pasien bisa memakai ventilator invasif yang akan mengambil alih kontrol pernapasan. Mulai dari tarik napas serta buang napas.

 

“Ventilator invasif inilah yang dikembangkan BPPT yang diberikan nama emergency ventilator,” kata Sentot.

 

Ventilator invasif ini memakai alat tolong endotracheal tube (ETT) dengan metode intubasi adalah dipasang dalam trakea pasien melalui mulut. Berdasarkan laporan yang diterima terkait keadaan di rumah sakit, banyak pasien Covid-19 yang mengalami sesak napas.

 

Meski ventilator yang ada jumlahnya tidak memadai, sehingga pasien mesti mengantre.

 

Sebagai solusinya, karenanya dibuatlah ventilator hal yang demikian untuk menolong pernapasan pasien, atau yang dinamakan dengan automatic resuscitator. Ventilator invasif ini diseting disesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan volume, tekanan dan frekuensi udara yang diberikan ke paru-paru pasien.

 

Desain ventilator yang diadopsi oleh BPPT adalah tipe ventilator yang sudah teruji secara medis di Spanyol. Ventilator tipe ini sudah diproduksi secara massal di negara hal yang demikian.

 

Desainnya bersifat open, artinya lembaga manapun bisa menggunakannya. Tentunya disesuaikan dengan ketersediaan  bagian dan bahan pendukung yang ada di masing-masing negara.

 

Desain dari BPPT berbasis Semi-Automatic BVM (Bag Valve Mask), atau disebut juga Ambu Bag. Desain hal yang demikian terinspirasi dari desain terbuka yang cakap membikin dukungan mekanik pada cara kerja pemerasan (bagging) kantong resusitasi manual untuk mempermudah kerja daya kesehatan dalam menangani lonjakan jumlah pasien.

 

Alat ini bekerja dengan menirukan gerakan meremas kantong resusitator untuk mendistribusikan sejumlah udara dengan volume tertentu, rasio pandangan baru: ekspirasi tertentu dan cakap memegang frekuensi pernapasan dengan konsisten melihat keamanan tekanan udara terhadap keselamatan organ paru-paru pasien.